PUAN MAHARANI : KEARIFAN LOKAL BUDAYA JAWA TIMUR

 KEARIFAN LOKAL BUDAYA JAWA TIMUR 




Pengertian Kearifan Lokal 

Kearifan lokal adalah diartikan sebagai pandangan hidup dan pengetahuan serta sebagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas.

Dalam pengertian lain, kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya dari sebuah bangsa yang mengakibatkan bangsa itu mampu menyerap.

Atau bahkan mengolah kebudayaan mereka yang berasal dari luar atau bangsa lain menjadi bagian watak dan kemampuan sendirinya. 



JARANANAN SEBAGAI BENTUK KEARIFAN BUDAYA JAWA TIMUR 

Jaranan dikatakan berasal dari Kediri karena menurut sejarahnya awal mula adanya seni jaranan ini bermula dari kerajaan di Kediri, Jawa Timur.

Sebetulnya ada banyak versi tentang sejarah seni jaranan, salah satu yang berkembang di masyarakat ialah sejarah dari pernikahan Dewi Songgolangit dengan Klono Sewandono.

Diketahui pada tahun 1041, Kerajaan Kahuripan terbelah menjadi 2, yakni Kerajaan Jenggala di bagian timur dan Kerajaan Panjalu yang selanjutnya disebut Kediri di bagian barat.

Dalam sejarah diceritakan bahwa Dewi Songgolangit, putri Kerajaan Panjalu menjadi rebutan oleh para pria karena ia memiliki wajah yang sangat rupawan. Kecantikan Dewi Songgolangit membuat beberapa pria ingin meminangnya menjadi istri.

Singkat cerita Klono Sewandon yang pada akhirnya terpilih menjadi suami Dewi Sanggalangit. Pada saat iring-iringan temanten dari Kerajaan Panjalu keduanya diarak oleh pajurit kerajaan yang menunggang kuda serta pemusik yang memainkan alat musik yang terbuat dari besi dan bambu. 

Gamelan dijadikan sebagai salah satu alat musik pengiring dalam kesenian ini.

Untuk mengenang pernikahan Dewi Sanggalangit dan Klana Sewandana lantas terciptalah seni jaranan. Dalam kesenian ini para penari menggunakan properti berupa jaran (kuda) buatan yang terbuat dari anyaman bambu yang juga dilengkapai dengan pecut.

Penari yang mengenakan jaran buatan yang melambangkan para prajurit Kerajaan Jenggala yang menaiki kuda ketika iring-iringan temanten, sedangkan mereka yang memainkan gamelan melambangkan para pemusik yang memainkan alat musik dari besi.Hal unik yang menjadi momen paling ditunggu-tunggu dari seni jaranan ialah ketika para penari kesurupan, mereka menari tanpa sadarkan diri. Para penari bisa kesurupan karena memang roh-roh halus dengan sengaja didatangkan pada saat pertunjukkan jaranan.

Hal yang lebih menakjubkan lagi adalah ketika mereka melakukan hal ekstrim, seperti memakan beling (pecahan kaca).  

Selain sebagai sarana hiburan, seni jaranan juga dijadikan alat oleh masyarakat setempat untuk berkomunikasi dengan para leluhur mereka.

Dalam kesenian ini, ada seorang tetua di paguyuban jaranan yang di sebut Bopo (gambuh). ia lah yang memanggil roh-roh halus dan memasukkan ke raga penari, dan juga yang menyadarkan atau mengeluarkan roh-roh tersebut.

Dalam perkembangan zamannya, kini ada pertunjukkan seni jaranan yang memasukkan unsur modern di dalamnya. Walaupun ada unsur modern, tetap saja tidak meninggalkan hakekat aslinya. Jenis pertunjukkan seni jaranan tersebut ialah jaranan santerewe.

Adapula yang mempadupadankan musik jaranan dengan musik dangdut, hal ini dilakukan agar membuat masyarakat semakin tertarik untuk menonton kesenian jaranan.

Perlu diingat bahwa kesenian tradisional ini harus selalu.


NAMA KELOMPOK :

PUAN MAHARANI.            RIO ADI SAPUTRA.

NI KOMANG ECHA.           MIA AINAR FADILA.

SILVIANINGSIH.



Komentar